Consumer Insight via Ethnography - buku dari Mas Heri

Ethnography adalah sebuah tekhnik riset untuk mencari insights sampai ke akarnya. Dalam buku ini dikatakan bahwa, tekhnik riset ini depruntukkan untuk menjawab pertanyaan “why do people do what they do”, cara untuk mendapatkan datanya tidak hanya dari testimonial responden tapi bias juga ditambah dalam bentuk aktivitas, foto serta produk yang digunakan.

Tekhnik riset ethnography digunakan karena pengalaman konsumen untuk mendapatkan consumer insights jarang bias diperoleh dari riset metode survey. Tugas ethnographer dalam konteks marketing adalah untuk membantu sebuah bisnis untuk mengetahui dinamika konsumen dengan produk dalam kehidupan sehari hari. Untuk melihat lebih dekat lagi pengalaman konsumen dengan produk yang digunakan.

Studi ethnography juga melakukan pendekatan kepadan influencer atau orang orang yang mempengaruhi terciptanya penjualan. Dalam melakukan studi ini, kita harus bisa memetakan siapa siapa saja yang berhubungan dengan proses keputusan pembelian.

Hal penting yang harus diperhatikan oleh ethnographer adalah, bahwa mereka dituntut untuk dapat menerjemahkan costumer needs-beyond their needs. Karena seringkali ditemukan bahwa konsumen tidak selalu tahu apa yang dia mau.

Blue ocean strategy ; value innovation. Pada blue ocean strategy yang dibidik bukanlah peluang yang ada di pasar yang sudah ada, melainkan mencari ruang baru untuk mengembangkan value yang diinovasi tersebut. Dalam strategi ini juga menganut paham cost reduction.

Untuk menciptakan blue ocean strategy, perusahaan harus merubah kurva brandnya. Caranya dengan merekonstruksi nilai/benefit yang ada. Untuk merekonstruksi nilai dibutuhkan four action framework:

1. Eliminate – buang nilai yang tidak perlu, yang membebani biaya produksi tetapi bernilai rendah di mata konsumen

2. Reduce – kurang kadar nilai yang masih dibutuhkan tetapi tidak wajib ditawarkan dalam intensitas setinggi biasa

3. Raise – tingkatkan standar nilai yang sebelumnya tidak mendapat perhatian dari industry, agar mencolok dan berbeda dari standar kategori

4. Create – ciptakan nilai baru yang inovatf yang belum ditawarkan ke industry. (buatlah sesuatu yang inovatif sampai konsumen sendiri tidak terpikir bahwa mereka membutuhkannya)

Tekhnik Ethnography

· Observation – menjadi saksi pada apa yang diamati secara langsung

· Participatory Observation – Ethnographer ikut bersama dalam melakukan kegiatan responden yang ditelitinya

· Non-parcipatory Observation – Ethnographer hanya memperhatikan dan mencatat apa yang terjadi di hadapannya

· Unstructured Interview – wawancara yang bisa dilakukan sambil melihat perkembangan yang terjadi di lapangan secara langsung

· Contextual In-depth Interview – pertanyaan yang diajukan bersifat sangat terbuka dan dilakukan di setting aslinya, di mana konsumen sedsng berada di kesehariannya

· Shadowing/Day-in-the-Life – ethnographer meluangkan waktunya untuk tinggal bersama konsumennya dalam jangka waktu yang panjang untuk lebih memperoleh gambaran secara langsung seperti apa perilaku konsumen dan memperoleh jawaban dari latar belakang perilaku tersebut

· Usability Interview – gabungan antara observasi langsung dan wawancara untuk melihat proses pemkaian produk

· Story Telling – menceritakan sebuah peristiwa dengan bahasa konsumen sendir

· Netnography – Studi ethnography yang pengumpulan datanya didapatkan melalui internet

· Creative Focus Group (CFG) – setting diusahakan senatural mungkin

· Subject Diaries – Responden dibekali buku harian untuk mencatat segala kegiatannya terutama yang berkaitan dengan produk

· Activity Session – eksplorasi pengalaman yang dibagi menjadi berbagai sesi menurut pihak pihak yang berkaitan dengan produk

udah kaya tugas kuliah kan, padahal tulisan ini saya buat ringkasannya saat saya lagi magang heheh
enjoy,anti

posted under | 1 Comments

Konsep Habermas Tentang Pengetahuan

Dalam Teks Pidato Knowledge and Human Interests

Tesis Pertama
: Pencapaian subjek transedental memiliki dasar dalam sejarah alam spesies manusia. Dapat dikatakan bahwa pengetahuan yang bisa melampauidata konkret (transedental) itu tidak berasal dari langit. Namun melalui proses evolusi manusia.

Tesis Kedua : Pengetahuan berlaku sebagai alat pertahanan diri sekaligus melampaui pertahanan diri. contoh : pengetahuan kita pelajari agar kita dapat bertahan hidup, namun dengan mempelajari pengetahuan tersebut pula maka kita dapat mempertanyakan "mengapa kita harus bertahan hidup"

Tesis Ketiga : Kepentingan kognitif manusia sebagai spesies sejak awal terwujud dalam tiga medium organisasi sosial, yaitu kerja, bahasa dan kekuasaan. ketiga medium itu secara hakiki memiliki fungsi pertahanan diri atau penjagaan kelangsungan hidup bangsa manusia. contoh; Bahasa: Pengetahuan kita dapatkan dari bahasa yang dituturkan atau yang kita tuturkan (belajar di sekolah atau perkuliahan). Kerja : Petani mengajarkan ilmu menanam padi tidak dengan membahasakannya, namun mencontohkannya dengan mengerjakan pekerjaan tersebut, berbeda dengan insinyur pertanian yang mengajarkan dengan buku atau ceramah. (padahal mungkin mereka berdua sama jagonya dalam bidang pertanian)

Tesis Keempat : dalam kekuatan refleksi diri, pengetahuan dan kepentingan adalah satu. contoh : saya memiliki pengetahuan tentang periklanan (pengetahuan tersebut saya dapatkan dari bahasa yang disampaikan dosen dosen saya, atau yang saya baca dari buku) itu dapat menjadi bahan pertimbangan saya untuk memilih advertising agency sebagai tempat saya bekerja. pertimabangan lainnya adalah kepentingan saya, yang menginginkan bekerja dekat dengan rumah (misal, Ad Agency tersebut dekat dgn rumah saya). maka pengetahuan dan kepentingan saya tersebut menyatu untuk bahan pemikiran saya dalam menentukan diamana saya ingin bekerja nanti.

Tesis Kelima : kesatuan antara pengetahuan dan kepentingan dapat dibuktikan dalam suatu dialektika yang memiliki jejak sejarahnya dari dialog yang ditindas dan merekonstruksi apa yang telah ditindas. kesatuan antara pengetahuan dan kepentingan tampak dalam usaha manusia dalam sejarah untuk mencapai konsensus itu melalui dialog, penindasan dialog, dan pada gilirannya, melalui tafsiran atau refleksi atas dialogyang ditindas.


Menuju Masyarakat Komunikatif
F.Budi Hardiman
enjoy,anti

posted under | 1 Comments

Approaching the Market

Ada dua cara dalam mendekati market yang dituju dalam mengiklankan produk.

  1. Undifferentiated or Market aggregation strategy
saat planner melakukan memperlakukan target marketnya secara homogen, mengabaikan segala perbedaan yang ada dalam target market dan hanya menerapkan hanya satu strategi untuk mendekati sebanyak banyak target market tersebut maka ini dikenla dengan Undifferentiated atau aggregation strategy, atau kalau diartiin strategi yang tidak membedakan atau mengumpulkan menjadi satu. strategi ini biasanya digunakan jika perusahaan kekurangan sumberdaya untuk mendekati segmen target yang beragam. untuk produk produk dengan market yang luas untuk disama ratakan, pendekatan ini sangat lumrah digunakan. seperti produk roti atau air mineral dalam kemasan yang tidak memerlukan detail psikografi seperti pria wanita dewasa yang senang minum daro botol yang berbentuk prisma atau anak anak aktif yang menginginkan roti dengan ukuran tidak lebih dari ibu jarinya.


2. Market Segmentation

pendekatan market ini yang sekarang lebih sering digunakan. seperti yang sudah diketahui bahwa cara terbaik untuk medekati market adalah dengan mengerti bahwa setiap orang itu berbeda kebutuhan dan keinginannya. Marketer membagi bagi market heterogen menjadi segmen segemen segmen yang saling mendekati, setelah itu mengidentifikasi, mengevaluasi lalu menentukan target market yang memiliki kemiripan kebutuhan dan karakteristik yang 'dengan senang hati' menerima produk yang akan dipasarkan. dengan menggunakan segmentation approach, sebuah perusahaan dapat dengan tepat mencocokan kebutuhan dan keinginan dari konsumen dan meghasilkan penambahan penjualan.


contoh penerapannya dilakukan oleh soft drink, well sebut saja Coca Cola dan Pepsi. blogger-emoticon.blogspot.com
Dulu Coca Cola cuma ada satu macem aja, dan begitupula Pepsi (yang dulu warnanya cuma item doag).


Kedua perusahaan tersbut tadinya mendekati target marketnya dengan pendekatan undifferentiated strategy . mereka berdua menyama ratakan selera dan kebutuhan target marketnya. tetapi seiring perkembangannya, dimana produk produk serupa mulai bermunculan dan menawarkan sesuatu yang berbeda, mereka merubah pendekatannya dengan market segmentation dan munculah Coca cola Diet, Coca Cola Diet, Pepsi Vanilla, Pepsi Diet and the most popular Pepsi Blue (sekarang minuman cola ga harus berwarna hitam, and its clear to see that they didnt change the market approach because they have a bad dream in the other night). dengan pendekatan ini, perusahaan 'dibiarkan' untuk mentargetkan iklannya lebih spesifik lagi.
Coca Cola Diet untuk wanita yang tak ingin gemuk, Coca Cola Zero untuk anak anak muda takut kena diabetes, Pepsi Twist untuk dinikamti panas panas karena dicampur dengan lime, dan Pepsi Blue untuk mereka yang menyukai rasa yang lebih manis.




So, do you still think that Coca Cola or Pepsi really care about your DIET??


enjoy,
anti

Evolution of The Media Process

The "Strategic and Investment" Concept

(taken from MAXUS training slide 2009)


Strategic Media Planning : Long Term, Effectiveness Biased

Investment :Short Term, Efficiency Biased



Advertising : Paid nonpersonal communication from an identified sponsor using mass media to persuade or influence an audience

posted under | 0 Comments

Effective Ads, Guys!!!

apa dan bagaimanakah iklan yang efektif itu??


Apa? iklan yang efektif adalah iklan yang membantu pengiklan nge-reach goals -nya.

Bagaimana? melalui 3 elemen iklan efektif ;

  • Strategy (Objectives, Target Audience (TA), Message, Media)
  • Creativity (grabs attention & Stuck it into TA's memory)
  • Execution
Objectives??
ada dua perspektif objektif ; Konsumen & Pengiklan

Objektif konsumen
  • berhubungan dengan kebutuhan pribadi dengan informasi yang relevan tentang bagaimana menyanggupi kebutuhan tersebut
  • Iklan mungkin akan memperkuat keputasan pembelian produknya dan mengingatkanya bagaimana kebutuhannya telah tercukupi
Objektif Pengiklan
  • pengiklan menginginkan konsumen untuk membeli dan terus membeli
  • consumer action = gain attention
  • mempertahankan perhatian konsumen selama mungkin
  • merubah Purchasing behaviour
  • membuat konsumen mencoba produknya
  • membuat konsumen setia dan bertahan pada produknya.
Objektif pengiklan berangkat dari objektif marketing, tidak hanya terfokus pada penjualan namun bisa juga untuk mengambil perhatian, membentuk pengakuan nama, membangung pemahaman dari produk/ servis yang diiklankan.


What you say comes from Strategy, whereas how you say it is product of creativity and execution

No Woman No Cry

Kelas Studi Media saya masih membahas Cultural Studies, tapi kali ini sedikit berbeda dengan apa yang udah dijelasin sama Habermas, Gramsci dkk. Kali ini Cultural Studies dilihat budaya Anglo - Saxon (British). singkatnyaaaa, cultural studies dapat dianalisis dari kritik sastra (menganalisis lirik lagu, nove,film dll) kenapa kritik sastra?? karena orang inggris selain gemar minum teh sore sore, mereka juga senang mambaca literatur. bahkan perkembangan chicklit pun berawal dari inggris. dan dalam kesempatan tadi pagi, kita ditanya tentang apa maksud dari lagu No Woman No Cry. dengan kerennya saya jawab "ga ada pacar gapapa" *sok tau tingkat tinggi* dengerin lagunya aja baru versi yang bossa doang. dosen saya ketawa dan bilang coba cari lirik lagunya..

dan sekarang saya mencari..

Oh-oh-oh-ohhhh
 
No woman, no cry
No woman, no cry
No woman, no cry
No woman, no cry
 
 
Say, Say,
Say, I remember when we used to sit
In a government yard in Trenchtown
Ob-ob-Observing the hypocrites
As they would mingle with the good people we meet
Good friends we have
Oh, good friends we have lost
Along the way
In this great future,
You can't forget your past
So dry your tears, I say
 
 
No woman no cry
No woman no cry
Little darling, don't shed no tears
No woman no cry
 
 
Said I remember when we use to sit
In the government yard in Trenchtown
And then Georgie would make the fire lights
while the log wood burnin through the night
Then we would cook cornmeal porridge
Of which I'll share with you
My feet is my only carriage
And so I've got to push on through,
Oh, while I'm gone
 
Everything 's gonna be all right
Everything 's gonna be all right
 
No woman no cry
No woman no cry
 
Woman and sister
Don't shed no tears
No woman no cry 



Mmmm, jadi ini tentang kritik social ya?? Kalo menurut sejarahnya tecipta lagu ini, dulu ada demo besar besaran oleh orang Jamaica (yang disini sebagai kelas pekerja) dan ternyata ada temennya Marley yang menjadi korban.  Kalo dalam bahasa Jamaican – English , no woman no cry diartikan don’t, woman.. don’t cry. Kalo di Indonesiain jadi Jangan Perempuan..jangan menangis (atas kehilangan teman yang ikut berdemo disana).

Jauh ya, dari "ga ada pacar gapap"a. Terus apa kabarnya yang kalo lagi jomblo pengennya dengerin lagu ini?? Jadi theme song patah hati??

Salah..hahaha

Lalu dosen saya menjelaskan bahwa ada perbedaan pemaknaan pada setiap orang. kalau kasus saya yang mengartikan No Woman No Cry secara harafiah tanpa melihat keseluruhan lirik lagu terlebih dahulu, dalam konsep encoding – decoding saya menjadi orang yang melakukan rogue reading (mengartikan pesannya berbeda *kasus saya sangat jauh* dengan arti pesan itu sebenernya).

Saat itu Marley dan teman temannya melakukan resistensi terhadap kaum dominant karena mereka benar benar diperbudak disana. Selain dengan demo yang diceritakan oleh Marley dalam lagu di atas, mereka menyuarakan resistensinya dengan musik regae, rambut gimbal, gelang merah, kuning, hijau. Tapi selanjutnya yang kita lihat (di Indonesia) core Rastafaria itu hilang. Somehow yang terlihat, regae itu rasta (ganja), aliran musik yang ngegitar santai santai di pinggir pantai dan benderanya saja. Mungkin tidak semua orang yang mencintai musik ragae itu mengetahui ada nilai resistensi di setiap bait musiknya. Pengemasan oleh media yang membawa ragae ke seluruh dunia justru sepertinya yang bertanggung jawab atas hilangnnya nilai resistensi tersebut. Kita hanya melihat ragae hanya sebagai aliran musik and worse..fashion.

Terkadang hal hal seperti itu masuk dengan menyesuaikan dengan budaya local yang mendasar, tapi sangat mungkin hilangnya nilai nilai resistensi adalahdengn campur tangan kaum dominant yang merasa terancam dengan pergerakan yang dilakukan oleh para Rastafarian tersebut.

Dengan mendalami Cultural Studies dapat kita lihat bahwa Resistensi itu mungkin terjadi. Bahwa para proletar atau kelas pekerja tidak selamanya bias didominasi oleh kaum dominant. Dan analisis itulah yang dipelajari dalam Studi Media.


posted under | 2 Comments
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Followers


Recent Comments